• Disclaimer
  • Privacy Policy
  • About Us
  • Call Us
  • Dari Abacus hingga Arithmometer


    Annoer Komputer Labs
    Desktop & Noetobook PC  
    (Annoer Komputer Labs : photo by Khaerudin Noer)
    Istilah Computer (Komputer)  berasal dari bahasa latin Computare yang dalam bahasa inggris berarti compute, to compute atau computer, dan dalam bahasa kita berarti; menghitung, untuk menghitung atau penghitung. Arti dari istilah tersebut merujuk pada alat-alat yang pernah digunakan oleh orang-orang pada jaman sebelum masehi untuk menghitung,
    baik itu yang berasal dari biji-bijian, kayu maupun yang berupa batu-batuan. Seiring dengan berkembangnya peradaban, manusia menemukan ragam gagasan yang sebagian besar teraplikasikan dalam bentuk  alat bantu. Dan satu diantaranya adalah abacus sebuah alat bantu hitung yang lebih kita kenal dengan sebutan sempoa/dekak-dekak atau sipoa. Sebuah alat unik dan sederhana yang menjadi bagian penting dalam evolusi alat bantu hitung modern dan komputer.
    Abacus menjadi alat hitung populer yang digunakan di banyak negara terutama di china, dimana abacus telah digunakan sejak 300 tahun sebelum Masehi. Itulah kenapa dalam buku-buku  maupun artikel yang pernah kita baca selalu menghubungkan abacus dengan negara tirai bambu tersebut. Selain china beberapa negara yang populer dengan abacus-nya adalah: Yunani , Jepang, Rusia dan Denmark. 
    "Abacus adalah alat menghitung yang digunakan selama berabad-abad sebelum akhirnya diadopsi oleh sistem angka tertulis modern dan masih banyak digunakan oleh pedagang-pedagang dan pegawai di Asia, Afrika, dan tempat lain."
    (Philip Babcock Gove). 

    Boulier1
    Suanpan China
    Suanpan
    Abacus Yunani
    Abacus Yunani
    Soroban Jepang
    Schoty_abacus
    Schoty Rusia









    Kugleramme
    Kugleramme
    Abacus telah digunakan dibanyak lembaga pra-sekolah dan sekolah dasar di dunia sebagai alat bantu dalam mengajar sistem angka dan aritmatika.Abacus juga dimanfaatkan di sekolah-sekolah luar biasa oleh siswa tunanetra maupun tunarungu. Dalam dunia pendidikan dan usaha di Indonesia abacus masih banyak digunakan hingga sekarang, baik itu oleh pelajar maupun para pedagang. Pemanfaatan abacus sebagai alat bantu pendidikan dan usaha juga telah berlangsung sejak abad 20 di Denmark. Sama halnya di Indonesia dan China, Kugleramme yang berarti dekak-dekak / sempoa  hingga sekarang  masih eksis di negara tersebut.



    Blaise Pascal
    Blaise Pascal
    Selanjutnya pada abad ke-17, Jacques Attali Blaise Pascal(1623 - 1662) dari Clermont, Perancis. Seorang ahli matematika, fisika, penulis sekaligus penemu. Blaise Pascal telah menciptakan sebuah alat hitung mekanis bernama Pascal's Calculator pada tahun 1642 M. yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Pascaline. Pascal memperkenalkan alat ini kepada publik di tahun 1645. Cara kerja pascaline digerakan oleh gear (roda-roda) mekanik bergerigi untuk menggerakan mesin kalkulator-nya. Kalkulator pascal ini memiliki fungsi yang sangat terbatas, yakni hanya dapat melakukan penambahan dan pengurangan saja. Pascaline berhasil menyita perhatian publik karena ditempatkan pada lokasi-lokasi terkemuka di perancis. Namun, keterbatasan pada fungsi-nya menyebabkan pascaline kurang begitu diminati dan publik lebih memilih menggunakan metode dan alat hitung model lama seperti abacus. Menurut beberapa sumber, mesin pascaline hanya diproduksi sebanyak 20 unit dengan versi 6 roda dan 8 roda.

    Keberhasilan pascaline mungkin tidak se-fenomenal abacus, tapi alat ini mencerminkan teknologi yang lebih maju, dimana mesin mekanis dapat menggantikan peranan peralatan hitung analog. Karya dan inovasi Blaise Pascal merupakan langkah penting dalam sejarah perkembangan mesin mekanis, kalkulator dan teknologi komputasi dimasa selanjutnya.


    Wilhelm Leibniz
    Wilhelm Leibniz
    Terinspirasi oleh mesin Pascaline, Gottfried Wilhelm Leibniz (1646 - 1716) seorang ahli filsafat dan matematikawan berkebangsaan Jerman yang berpengaruh di abad ke-17 dan ke-18, menciptakan mesin mekanik yang dinamai Stepped Drum (tabung gerak/berputar) pada tahun 1670-an, alat ini kemudian lebih dikenal dengan istilah  Leibniz Wheel (Roda Leibiniz berbentuk tabung silinder bergerigi), yang kemudian menjadi penggerak untuk kalkulator mekaniknya yang dinamai Stepped Reckoner "Langkah Perhitugan".

    Menurut perkiraan, Stepped Reckoner dibuat pada tahun1672 dan selesai pada tahun 1694 dan merupakan kalkulator pertama yang mampu melakukan empat fungsi pokok matematika : Penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Berbeda dengan pascaline, mesin kalkulator karya Leibiniz ini jauh lebih sukses dan digunakan oleh publik selama 3 abad  sebelum akhirnya tergantikan oleh kalkulator elektronik di pertengahan tahun 1970-an.

    Pascaline
    Pascaline
    Stepped_Reckoner
    Stepped Reckoner











    Charles_Xavier_Thomas
    Thomas de Colmar
    Selanjutnya ada Arithmomètre (alat aneh apalagi ni?) atau Arithmometer, adalah varian dari kalkulator mekanik genereasi ke 3 yang lebih handal dari pendahulu-pendahulunya (Pascaline dan Stepped Reckoner). Alat yang mirip tempat pensil anak sekolah ini ternyata tergolong alat bersejarah yang paling fenomenal dibanding generasi sebelumnya. 
    Arithmometer merupakan kalkulator pertama yang menggusung teknologi digital dengan kemampuan yang lebih baik. Kalkulator ini bisa menambah dan mengurangi dua nomor secara langsung dan mampu melakukan perkalian panjang dengan menggunakan akumulator bergerak untuk hasilnya akhirnya. 



    Arithmometer
    Arithmometer
    Adalah Charles Xavier Thomas de Colmar (5 Mei 1785-12 Maret 1870), seorang penemu dan pengusaha terkenal berkebangsaan prancis yang telah menciptakan Arithmometer. Kalkulator ini dipatenkan di Prancis pada tahun 1820 dan diproduksi secara massal pada kurun waktu 1851-1915, desain kokoh dan kemampuan arithmometer dalam menghitung telah menjadikan kalkulator mekanik ini sukses secara komersial. Tanpa maksud mengabaikan Pasacaline dan Stepped Reckoner. Arithmometer menjadi titik awal tumbuh kembangnya teknologi digital dan membawa revolusi baru yang berdampak besar  pada budaya menghitung masyarakat dunia.

    disunting oleh : Khaerudin Noer 
    Sumber ; Gambar: wikipedia

    1 Juni 2014