• Disclaimer
  • Privacy Policy
  • About Us
  • Call Us
  • Evolusi Personal Computer



    Laju Evolusi Personal Computer

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online (kbbi.web.id). Istilah komputer didefinisikan sebagai berikut :
    komputer /kom·pu·ter/ n alat elektronik otomatis yg dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut yg diinstruksikan, dan memberikan hasil pengolahan, serta dapat menjalankan sistem multimedia (film, musik, televisi, faksimile, dsb), biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrolan;


    mengomputerkan /me·ngom·pu·ter·kan/ v memanfaatkan perangkat komputer untuk berbagai keperluan agar lebih praktis.

    Namun demikian kita kerap menemukan beberapa perbedaan mengenai definisi maupun terminologi mengenai istilah komputer, baik yang kita baca dari buku-buku, penjelasan dari guru dan teman, maupun yang dipelajari dari media tutorial tertentu. Dsini perlu saya tekankan bahwa, hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh. Mengingat bidang ilmu komputer memiliki banyak cabang dan kajian yang berbeda-beda. Dan dari tiap cabang ilmu komputer tersebut melahirkan pakar-pakar dengan ideologi dan paham komputer yang berbeda pula.
    Misalnya, seorang programer professional yang biasa berkutat dengan syntax, tentu memiliki kajian dan paham ilmu komputer yang berbeda dengan desainer grafis dalam menerangkan fungsi dasar dan manfaat dari menggunakan komputer. Mereka juga akan memberikan spesifikasi yang berbeda mengenai software dan hardware yang diperlukan untuk optimasi perangkat komputernya.

    Terlepas dari banyaknya istilah-istilah tersebut mari kita mulai dengan arti Personal Computer (PC) berdasar kajian dan sudut pandang Admin;

    Personal Computer saat ini, menurut saya lebih mirip dengan PC Pentium III super milik Ir. Abdul Salam Al-Bashori (guru ngopreknya admin) yang saya bongkar awal tahun 1998, untuk mengawali pembelajaran tingkat lanjut sebagai teknisi komputer. Dan lebih mirip dengan PC pentium 4 pertama seharga $450 yang dibeli dan dirakit oleh saya sendiri pada tahun 2004, yang tujuan utama pengadaanya adalah, sebagai alat untuk latihan, eksperimen, hiburan dan selebihnya buat bisnis (Juga satu-satunya PC yang pernah ikut dengan admin melintasi selat sunda dalam perjalan dari Pekanbaru-RIAU ke Karawang- Jawa Barat). Tentu saja kemiripannya hanya terletak pada interface (antarmuka hardware, peripheral dan sofware) dan tidak dengan teknologi yang diusung oleh perangkat PCsaat ini.

    Dulu, pada tahun 1998-2004 siapapun akan merasa bangga memiliki PC pentiun III atau Pentium 4 dengan RAM 128MB/256MB, VGA Card 32MB/64MB, Soundcard dan Harddisk dengan kapasitas 20GB hingga 40GB. Mengingat saat itu masih banyak pengguna PC yang menggunakan teknologi CPU AMX dan pentium II yang masih menggunakan harddisk dengan kapasita 6,4GB sampai 10GB peninggalan Win95 dan win98. Untuk ukuran pemilik PC saat itu, ukuran tersebut tentu saja merupakan ukuran Harddisk yang terbilang super lapang! Kebanggan itu tentu saja tidak relevan jika ditempatakan pada pembicaraan teknologi personal computer saat ini, yang notabene membutuhkan kapasitas harddisk yang besar dan teknologi harddware yang lebih tangguh untuk mengimbangi kebutuhan sistem operasi dan software-software dengan standar processor, memmory, dan konsumsi graphic yang sangat tinggi.

    Kita ambil contoh; untuk windows 7 32/64bit saja kita harus menyiapkan kapasitas minimum Harddisk (bukan kapasitas pada partisi) hingga 10GB (itu baru untuk OS-nya) mengingat kapasitas Windows7 32bit sendiri mencapai 2,5GB pada DVD dan mencapai +4GB setelah terinstall didalam Harddisk. Sementara untuk versi Windows 7 64bit hingga 3.25GB pada DVD dan mencapai +6GB setelah terinstall pada Harddisk. Itu belum termasuk software Drivers, aplikasi spreadsheet seperti Microsoft Office, sofware pengolahan data multimedia, games dan lainnya..

    Sebagai gambaran; untuk installasi standar (relatif) pada komputer saya saja mencapai kapasitas +45GB, sudah termasuk games Starcraft 2 Wings of Liberty (8GB) dan PES 2013+Patch (6GB). Itu belum termasuk files musik, video, photo dan file-file penting lainnya yang saya tempatkan dalam partis D:/ dan E:/. Artinya, kita tidak lagi membahas kapasitas HDD 6,4GB - 40GB karena saat ini kebutuhan kapasitas untuk sofware juga berubah seiring perkembangan teknologi komputasi. Imbasnya,.. huruf pada media penyimpanan-pun berevolusi dari GB (GigaByte) menjadi TB (TerraByte). Kebanyakaan dari Laptop/Notebook atau PC Pabrikan saat ini, juga telah membenamkan standar 500GB-HDD dan 4GB-8GB RAM di dalamnya!

    Berbicara soal kapasitas harddisk, saya ada sedikit penglaman yang kurang menyenangkan; tepatnya pada bulan September tahun 2013. Waktu itu saya pernah mengalami kesulitan untuk mendapatkan 1 buah harddisk laptop dengan kapasitas 300GB, yang menurut saya tidak terlalu kecil dan diyakini masih banyak tersedia dipasaran. Tujuan favorite saya pusat elektronik Harco Mangga 2 Jakarta. Yang sejauh ini saya anggap cukup lengkap untuk menjadi tujuan belanja bagi para pecinta Hardware dan Software.

    Kendalanya samasekali bukan pada harga, tapi pada ketersediaan produk itu sendiri. Kondisi langka tersebut memaksa saya untuk melakukan eksplorsi dari lantai 1 sampai lantai 3 yang terbilang cukup luas dan dengan berusaha untuk tidak melewatkan toko-toko komputer ternama di dalamnya. Setelah melakukan eksplorasi hampir 2 jam tanpa hasil (sudah termasuk istirahat tentunya), akhirnya saya dapatkan juga produk tersebut dari sebuah toko yang justeru sangat kecil dan terletak disudut yang cukup jauh dari keramaian. Berdasarkan pengalaman tersebut saya mengambil kesimpulan mungkin beberapa bulan kedepan saya juga harus melakukan eksplorasi yang sama untuk mendapatkan Harddisk dengan kapasitas 500GB. ( Ckckckck....).
    Pesatnya evolusi personal computer juga berimbas pada evolusi media penyimpanan data. Tidak hanya terjadi pada kapasitas HDD yang semakin Besar, tapi juga terjadi pada Flashdisk Drive. yang awal evolusinya telah dimuali dari Diskette generasi pertama dengan kapasitas sebesar 720KB (belum pernah punya), kemudian berkembang menjadi 1,2MB di generasi Diskette ke 2 (gak pernah megang) dan 1.4MB Diskette (masih punya sampai sekarang :D) yang kemudaian menjadi barang langka yang hampir punah setelah kemunculan Flashdisk Drive. 

    1 Juni 2014

    Tidak ada komentar :

    Posting Komentar