• Disclaimer
  • Privacy Policy
  • About Us
  • Call Us
  • Komputer dan Kesehatan


    (Saya Tahun 2009)
    Saat ini sudah berapa lama anda di depan PC (komputer/laptop/gadgets)? Lebih dari 2 jam? 3 jam? atau lebih? Sebaiknya anda tinggalkan sejenak PC/Laptop/Gadgets anda. Jika anda menggunakan kursi, berdirilah dan lakukan stretching (peregangan), lalu berjalanlah sejenak diruangan anda atau pergi ke dapur sekedar untuk mengambil minuman (air putih sangat dianjurkan untuk paru-paru dan ginjal anda) atau makanan ringan. Jika tempat anda beraktifitas seperti tempat saya saat ini (dilantai beralas tikar/karpet), berbaringlah sejenak dan lakukan peregangan lalu bangkit dan berjalanlah sejenak di ruangan anda. Sepenting dan sepadat apapun agenda kerja yang anda miliki, jangan lupa untuk memperhatikan kebutuhan istirahat bagi tubuh anda sebelum semuanya teralambat.

    Sedikit berbagi pengalaman kesehatan. Sejak mengenal dan terjun di dunia komputer pada tahun 1998, saya seperti maniak PC; Aplikasi, games, majalah, buku, dan berbagai eksperimen hardware saya lakukan, hampir setiap hari dan tanpa mengenal waktu. Teriakan dan nasehat Kakak Perempuan dan orang-orang terdekat terdengar begitu pelan saat suara kipas PC mulai terdengar. PC dan berbagai atributnya seperti candu yang meracuni otak dan merubah cara pandang saya akan pola hidup sehat. Dapat dipastikan saat itu saya tidak dapat membedakan kesenangan dan profesi (atau lebih tepatnya tidak peduli).

    Sampai pada tahun 2003 prilaku ber-komputer tidak sehat tersebut memberikan sebuah peringatan keras dan menumbangkan saya. Kelelahan Fisik, Dehidrasi, Anemia, Mag akut, Penyakit Paru dan berbagai istilah penyakit dalam bahasa kedokteran yang aneh telah menjangkiti tubuh saya. Dan semua itu  disebabkan oleh prilaku berkomputer dan pola hidup yang tidak sehat. Komplikasi penyakit tersebut telah sukses mengantarkan saya ke ruang ICU. Saya tidak ingat berapa jam saya berada diruangan yang semua orang tidak ingin mengunjunginya, yang jelas begitu terbangun leher saya begitu terasa pedih akibat pembedahan yang dilakukan oleh team dokter, dan ditangan saya telah terpasang accessories berupa selang panjang yang mirip dengan selang Water Cooling untuk CPU. 

    Saya tidak suka minuman ber-alkohol terlebih lagi obat-obatan terlarang, tapi bergadang, rokok, kopi, kurang minum air putih dan duduk berjam-jam  (atau lebih tepatnya 2-3hari tanpa tidur sering saya lakukan) merupakan kombinasi dan formula yang tepat untuk mengantarkan siapapun ke ruang ICU, percayalah! 

    (Terjatuh dilubang yang sama pada tahun 2009)
    Hampir selama 1 tahun, saya menjalani perawatan dan pengobatan intensif sampai berat badan saya kembali normal di angka 57 Kilogram (mengingat tubuh saya hanya memilki tinggi 167cm) dan kondisi kesehatan saya pulih di tahun 2004. Pada medio 2005 saya kembali terjun di dunia yang saya gandrungi dengan pola yang lebih teratur dan terkesan dewasa :D,  dan semuanya berjalan sangat stabil hingga tahun 2007.

    Memasuki awal tahun 2008, Yahoo Messenger, Friendster, Facebook (2009), dan Games-games online telah menyeret saya kembali memasuki pola berkomputer tidak sehat dengan segala keburukannya. Kebiasaan lama seperti duduk berhari-hari di depan komputer, rokok, kopi dan kebiasaan tidak sehat lainnya, kembali saya lakukan. Hasilnya .... ? tentu bisa anda tebak. Ya, benar sekali... saya harus kembali tumbang dengan kondisi yang mirip dengan keadaan sebelumnya. Terjatuh di tempat dan lubang yang sama, mencerminkan perilaku berkomputer saya yang tidak baik dan kurang cerdas.

    Atur Pencahayaan Pada Ruangan Anda
    Berkomputer diruangan temaram terlebih lagi gelap bukanlah pilihan yang bagus buat mata anda. Intensitas cahaya dari monitor PC akan berdampak langsung pada reaksi iris (otot-otot pupil) mata, membuat mata lebih cepat lelah dan terganggunya fokus indera pengelihatan. Itu hampir sama dengan menembakkan langsung cahaya senter tepat ke mata kita walau dengan intesitas cahaya yang lebih rendah, namun begitu tetap saja akan berpotensi menimbulkan gangguan pada otot-otot mata dan syaraf parasimpatis, dan jika kondisi ini dibiarkan dalam waktu yang lama tentu dapat berakibat buruk pada kesehatan  indera pengelihatan dan syaraf kita.

    Cahaya yang cukup pada ruangan akan membantu kerja otot-otot mata (iris) lebih rileks, intensitas cahaya dari monitor PC akan teredam oleh cahaya sekitarnya. Dengan berkomputer diruangan yang baik pencahayaannya memberikan reaksi normal bagi pupil mata. So, what you do waiting for? tatalah cahaya diruangan anda sebaik dan senyamana mungkin.

    Tata Letak dan Resolusi Monitor
    Saat ini anda mungkin tengah menggunakan teknologi PC terbaru dengan monitor LED/LCD yang lebih bersahabat dengan indera pengelihatan Anda. Tapi, penempatan yang kurang tepat dan pengaturan resolusi yang berlebihan pada layar monitor dapat menjadi nilai minus untuk kenyamanan dan  juga kesehatan Anda. Hindarilah beberapa kesalahan berikut ketika Anda berkatifitas dengan PC:
    • Letak monitor terlalu tinggi dari jarak pandang. 
    Posisi kerja seperti ini membuat Anda tengadah, jika terlalu lama dalam posisi ini dapat menyebabkan ketegagangan pada otot leher, yang dapat menyebakan sakit bahkan cedera pada leher, disamping itu posisi berkatifitas tersebut dapat menyebabkan Anda mudah terkena sakit kepala.
    • Letak monitor terlalu rendah dari jarak pandang. 
    Posisi monitor terlalu rendah tidak juga terlalu baik buat kesehatan, walaupun pada kenyataannya posisi ini lebih baik dari posisi tengadah. Pemandangan posisi kerja seperti ini dapat kita jumpai di kantor-kantor layanan publik seperti di Bank, kantor Pos dan di beberapa kantor layanan publik lainnya. Terlalu lama dalam posisi ini dapat menyebabkan hal yang sama seperi pada posisi tengadah, dengan tingkat resiko yang lebih rendah, tapi tetap saja tidak baik.
    • Letak monitor terlalu jauh dari jarak pandang. 
    Hal ini sipatnya sangat realtif, tergantung pada seberapa lebar dimensi layar monitor Anda. Acuan jarak pandang pada monitor yang sehat adalah 2x sampai 3x lebar monitor, misalanya layar monitor anda memiliki ukuran 17" (43.180cm) maka tinggal anda kalikan dengan 2 atau 3, hasil dari perkalian tersebut dapat menjadi formula yang dapat anda gunakan sebagai acuan untuk jarak pandang ke layar monitor. 
    • Letak monitor terlalu dekat dari jarak pandang. 
    Seperti telah dijelsakan di atas, bahwa rumus jarak pandang ke layar monitor yang baik adalah ukuran lebar layar monitor dikali 2 atau3. Jadi jika Anda melampui jarak tersebut, dalam hal ini anda lebih dekat dari rumusan di atas maka anda memsuki zona tidak aman untuk kesehatan mata Anda. 
    Jarak pandang ideal pada monitor (me 2011)
    Gambar saat saya beraktifitas berikut sebagai contoh/ilustrasi tata letak monitor dan jarak pandang ideal dalam berinterksi dengan layar monitor. Dalam gambar tersebut dapat Anda lihat ; tata letak monitor tidak lebih tinggi dari pandangan, tidak terlalu merunduk, tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan jarak pandang saya.

    Baca juga artikel:
    Sehat & Terampil Berkomputer

    16 Juni 2014

    Tidak ada komentar :

    Posting Komentar